jual-slot-iklan-buat-bisnis-anda-jasa-iklan-indonesia-1
jual-slot-iklan-buat-bisnis-anda-jasa-iklan-indonesia-1

5 obat ini ditarik BPOM diduga penyebab ratusan anak gagal ginjal dan solusinya

5 obat ini ditarik BPOM diduga penyebab ratusan anak gagal ginjal dan solusinya
5 obat ini ditarik BPOM diduga penyebab ratusan anak gagal ginjal dan solusinya

Berita Jambi – Baru-baru ini sosial media dihebohkan dengan pemberitaan lebih dari 200 kasus hingga menyebabkan lebih dari ratusan anak meninggal di dunia karena gangguan gagal ginjal akut, berikut 5 obat ditarik BPOM diduga penyebab ratusan anak gagal ginjal dan solusinya.

Kamis (20/10/2022) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memerintahkan penarikan dan pemusnahan lima sirup obat yang memiliki kandungan Etilen Glikol (EG) melebihi ambang batas aman.

Dilansir dari website resmi BPOM, 5 obat sirup yang dilarang dan ditarik BPOM dari peredaran tersebut adalah:

Nama Obat Produksi Izin edar Kemasan
Termorex Sirup (obat demam) PT Konimex DBL7813003537A1 botol plastik @60 ml
Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu) PT Yarindo Farmatama DTL0332708637A1 botol plastik @60 ml
Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu) Universal Pharmaceutical Industries DTL7226303037A1 botol plastik @60 ml
Unibebi Demam Sirup (obat demam) Universal Pharmaceutical Industries DBL8726301237A1 botol plastik @60 ml
Unibebi Demam Drops (obat demam) Universal Pharmaceutical Industries DBL1926303336A1 botol plastik @15 ml

Etiel glikol diduga kuat penyebab dari maraknya kasus gagal ginjal akut yang terjadi saat ini pada anak-anak balita. Meski demikian, kata BPOM, hasil pengujian cemaran EG tersebut belum sepenuhnya bisa mendukung kesimpulan jika sirup/obat tersebut diduga ada hubungannya dengan kejadian gagal ginjal akut yang saat ini banyak terjadi kususnya pada anak balita, selain penggunaan obat tersebut, masih ada beberapa faktor lain dari risiko pemicu kejadian gagal ginjal akut antara lain infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau kondisi yang bisa terjadi setelah terpapar COVID-19 atau disebut dengan sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19.

Baca juga:  Tips dan Cara Merawat Kulit Wajah di Pagi Hari

Rekomendasi obat selain sirup

Dengan beredarnya larangan obat sirup tersebut, lalu bagaimana penanganan semestinya jika anak sakit?

Dilansir dari laman Kompas.com, Dokter spesialis anak di Mayapada Hospital Kuningan, dr. Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A mengatakan bahwa, anak yang demam masih dapat diberi obat paracetamol. Jika anak deman ataupun sakit dan ingin memberikan paracetamol untuk menurunkan panas/demam anak bisa dengan sediaan selain sirup.

Ia juga mengatakan, misalnya terdapat paracetamol tablet, maka dapat digerus. “Kalau misalnya paracetamol sediaannya ada tablet, tablet yang digerus, ada yang lewat dubur,” ujarnya, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (20/10/2022).

Baca Juga: Pengacara Brigadir Joshua dan Susno Duadji Dicekal dari Acara TV, Kamaruddin Simanjuntak Duga Ada Intervensi!

Ia juga menambahkan, meski ada beberapa jenis obat paracetamol, namun pasien wajib untuk mengonsultasikannya ke dokter sebelum menggunakan obat dalam bentuk sediaan selain sirup tersebut. “prinsipnya menanggapi isu yang berkembang jadi kalau minum obat harus dikonsultasikan dulu,” imbuhnya.

Solusi dan Obat penurun panas atau demam selain paracetamol

Selain itu, Dokter Denta juga mengatakan jika anak sampai panas atau demam, tidak harus membutuhkan paracetamol. Obat lain yang bisa dikonsumsi, adalah ibuprofen. “Kalau demam minum obatnya bisa juga pakai ibuprofen, tapi masalahnya tidak di parasetamolnya, tapi di sediaan sirup, dan zat-zat tambahan lainnya,” ujar dokter tersebut.

Baca juga:  Manfaat dan Khasiat Vitamin C Untuk Kecantikan

Meskipun anak sakit panas sehingga terkadang membuat orang tua menjadi kebingungan, dokter Denta menyarankan, melakukan langkah demi langkah pereda panas selain mengonsumsi obat-obatan bentuk sediaan. Ia menjelaskan, jika panas pada tubuh orang ataupun saat demam tidaklah mencapai 38 derajat celsius, maka orang yang sakit tersebut bisa diberikan minum yang agak banyak dari biasanya agar tidak terjadi dehidrasi.

Selanjutnya, pasien dapat dikompres dengan handuk hangat. Seterusnya, pasien dianjurkan untuk menggunakan baju yang tebal.

Itulah dia daftar obat sirup yang dilarang saat ini dan ditarik dari peredaran oleh BPOM dan juga lengkap beserta alternatif obat dan bagaimana penanganan yang dapat dilakukan untuk anak-anak yyang mengalami sakit demam. Jangan asal memberikan obat untuk anak anda, dianjurkan untuk konsultasi dahulu dengan dokter yang terdekat.