Bolehkah Lokasi Vaksinasi Pertama dan Kedua Berbeda? Ini Kata Kemenkes

by -254 views
Fasha Penerima Vaksin Pertama Bagi Penyintas di Kota Jambi
Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha menjadi orang pertama khusus penyintas (survivor) Covid-19 yang mendapatkan vaksinasi Covid-19 di Kota Jambi. Bertempat di Griya Mayang (20/2), Fasha mendapat dosis pertama vaksin Sinovac dari tim medis Kota Jambi. Orang dengan komorbid, lansia dan penyintas Covid-19 saat ini bisa mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 asalkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19, serta Sasaran Tunda.

Bolehkah Lokasi Vaksinasi Pertama dan Kedua Berbeda? Ini Kata Kemenkes

Berita Jambi – Program vaksinasi pemerintah masih berlangsung hingga saat ini.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah warganet menanyakan mengenai lokasi vaksinasi dosis pertama dengan dosis kedua.

“Gaes, untuk vaksin kedua tidak harus di lokasi yg sama kan ya?” tulis akun Twitter @duabadai.

Gaes, untuk vaksin kedua tidak harus di lokasi yg sama kan ya?

— GIOnic #vaccinated (@duabadai) July 14, 2021

“Nah guys tanya dong. Untuk vaksin dosis kedua, harus dilakukan di tempat yg sama? Nama kita udh lgs tercatat di tanggal itu kan?” tulis akun Twitter @lucywiryono.

Nah guys tanya dong. Untuk vaksin dosis kedua, harus dilakukan di tempat yg sama? Nama kita udh lgs tercatat di tanggal itu kan?

— Lucy Wiryono (@lucywiryono) July 8, 2021

Lalu, apakah lokasi penyuntikan vaksinasi dosis pertama bisa berbeda dengan penyuntikan vaksin dosis kedua?

Penjelasan Kemenkes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, lokasi penerima vaksin dosis pertama dengan dosis kedua bisa sama, tetapi bisa juga berbeda.

“Ada lokasi yang sama, ada juga lokasinya di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) seperti di dalam penulisan kartu vaksin,” ujar Nadia dikutip Kompas.com, (7/3/2021).

Menurutnya, lokasi penyuntikkan dosis kedua nantinya akan tercantum dalam kartu vaksinasi yang diperoleh saat melakukan vaksinasi dosis pertama.

Sementara, Nadia menjelaskan, tidak ada alasan khusus mengapa seseorang dapat berbeda lokasi penyuntikan vaksin pada dosis pertama dan dosis kedua.

“Tidak ada (alasan khusus). Memang vaksinasi bisa dilakukan di pos vaksinasi atau juga di fasyankes,” ujar Nadia.

Ketentuan vaksinasi

Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, disebutkan dua pelayanan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua, yakni:

  1. Penyuntikkan dosis pertama dan kedua bisa dilaksanakan di tempat berbeda.
  2. Jika dosis pertama didapatkan dari vaksinasi massal, maka dosis keduanya dapat dilaksanakan di fasilitasi pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan sebagai tempat pelayanan vaksinasi Covid-19 yang terdekat dengan domisili.

Di samping itu, pelayanan vaksinasi program dilaksanakan di fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah pusat, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota atau milik masyarakat/swasta yang memenuhi persyaratan.

Faskes yang melayani vaksinasi program

Fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan vaksinasi program adalah sebagai berikut:

Puskesmas, puskesmas pembantu;

  1. Klinik
  2. Rumah sakit
  3. Unit pelayanan kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Dinas kesehatan kabupaten/kota melakukan pendataan fasilitas pelayanan kesehatan yang akan menjadi tempat pelaksanaan pelayanan vaksinasi program.

Pendataan dilakukan melalui upaya koordinasi dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan meliputi pendataan tenaga pelaksana, jadwal pelayanan dan peralatan rantai dingin yang tersedia di setiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Jarak vaksinasi

Menurut Kepmenkes, jarak penyuntikan antara vaksinasi dosis pertama dengan dosis kedua bergantung pada jenus vaksin yang diberikan.

Berikut rinciannya:

  • Vaksin Pfizer/BioNTech, interval minimal pemberian antar dosis 21-28 hari
  • Vaksin AstraZeneca, interval minimal pemberian antar dosis 12 minggu
  • Vaksin Sinovac, interval minimal pemberian antar dosis 28 hari
  • Vaksin Sinopharm, interval minimal pemberian antar dosis 21 hari
  • Vaksin Novavax, interval minimal pemberian antar dosis 21 hari
  • Vaksin Moderna, interval minimal pemberian antar dosis 28 hari
  • Vaksin Sputnik V, interval minimal pemberian antar dosis 21 hari

Menurut data Kemenkes per 15 Juli 2021, pukul 18.00 WIB, disebutkan bahwa sasaran yang telah divaksinasi dosis pertama sebanyak 39.943.004 orang, dan dosis kedua sebanyak 15.876.777 orang.


Adapun total sasaran vaksinasi Covid-19 yakni sebanyak 208.265.720 orang. Sumber:Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.