,

Modal Bisnis Ayam Petelur

by -13 views

Melihat potensi yang ada rupanya berbisnis ayam petelur merupakan pilihan yang tepat. Dari segi pangsa pasar akan kebutuhan supali telur yang terus meningkat, bisa kalian coba untuk membangun bisnis ayam petelur. Di indonesia sendiri pelaku dari bisnis ini tercatat lumayan banyak tetapi masih tetap kekurangan untuk mencukupi kebutuhan konsumtif masyarakat.

Jika kalian berminat untuk mencoba bisnis ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu tahap demi tahap dalam memahami cara merawat ayam petelur ini. Karena terbilang gampang-gampang susah, tapi kalian tidak perlu khawatir selama mau belajar pasti akan bisa menjalankan bisnis ini.

Berikut cara memulai bisnis ayam petelur, analisa modal bisnis ayam petelur dan keuntungannya

Persiapan kandang

Paling utama menjalankan bisnis ini adalah persiapan kandang, buatlah kandang dengan bambu atau kayu yang bisa kalian pelajari di berbagai situs di internet atau tanyakan langsung kepada orang yang juga berbisnis ayam ini. Dengan membuat kandang yang benar akan berpengaruh positif pada ayam.

Pemilihan lokasi

Pilihlah lokasi yang agak jauh dari pemukiman penduduk, hal ini bertujuan agar ayam tidak mudah stres dan mempengaruhi tingkat produksi telur ayam jika mendengar suara bising dari masyarakat. Selain terganggu juga bau kotoran yang dihasilkan tentu juga membuat aroma yang tidak sedap.

Kebersihan kandang

Menjaga kebersihan kandang sangat penting dilakukan secara rutin dan berkala. Bisa dilihat jika kotoran sudah banyak bisa dibersihkan dengan menggunakan sekop atau sejenisnya. Kebersihan kandang ini bisa mencegah ayam terkena berbagai macam penyakit.

Perhatikan asupan pakan ayam

Selalu perhatikan pakan yang diberikan kepada ayam agar dapat tumbuh dengan baik. Perhatikan juga kandungan nilai gizi dan protein terutama konsentrat ayam petelur. Dengan memberikan pakan yang tepat akan membuat ayam sehat dan produksi telur meningkat.

Cukup vitamin

Pemberian vitamin dan vaksin akan membuat daya kekebalan tubuh ayam terhadap penyakit akan terjaga dengan baik. Sehingga ayam tidak rentan dan gampang sakit. Berikan juga daun-daunan seperti daun pepaya sebagai suplai vitamin alami.

Perawatan harian

Perawatan harian dilakukan setiap hari guna mengontrol keadaan ayam, dari pemberian pakan, minum serta penerangan pada malam hari. Jika siang hari dan keadaan cerah lampu bisa dimatikan agar menghemat biaya listrik.

Target pasar

Selanjutnya yang paling penting adalah pembuangan dari hasil produksi telur ayam sendiri. Jika kalian baru pemula dan masih bingung untuk menjual telur ayam bisa kalian lakukan dengan cara menjual di pasar, warung, atau kepada tetangga dan lingkungan masyarakat sekitar kalian tinggal.

Bangun relasi

Relasi dalam sebuah bisnis merupakan hal yang sangat dibutuhkan, sebab dengan relasi kita bisa membangun dan membuat pangsa itu sendiri. Layaknya sebuah pasar yang dapat menjual hasil dari bisnis kita sendiri secara langsung kepada para pengepul.

Perhitungan modal awal

Pembuatan kandang Rp,5.000.000

Harga ayam 200 ekor x Rp,60.000 = Rp,12.000.0000

Total Rp,17.000.000

Pakan konsentrat Rp,360.000 x 5 karung/bulan = Rp,1.800.000

Vitamin Rp,200.000

Pakan tambahan Rp,500.000

Listrik Rp,100.000

Obat-obatan Rp,200.000

Total Rp,2.800.000/bulan

Total modal awal ditambah biaya perbulan jadi Rp,17.000.000+Rp,2.800.000 = Rp,19.800.000

Keuntungan

Jika dalam sehari 200 ayam rata-rata menghasilkan telur 12 kg, dan harga telur per kg adalah Rp,18.000 maka 12 kg x Rp,18.000 = Rp,216.000/hari x 30 hari = Rp,6.480.000/bulan

Jadi total pendapatan dalam sebulan adalah Rp,6.480.000 kotor

Dikurangi biaya operasional sebulan jadi Rp,6.480.000-Rp,2.800.000 = Rp,3.680.000/bulan adalah pendapatan bersih.

Nah itulah tadi sekelumit info mengenai bisnis ayam petelur, jika kalian berminat mencoba jangan ragu-ragu untuk memulainya. Semoga sukses…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *