,

Modal Bisnis Ayam Potong

by -20 views

Bila kalian beminat untuk memulai usaha ayam potong, pastikan kalian sudah mempelajari semua tentang bisnis ini. Namun jika belum mengusai akan dunia (per ayaman), sebaiknya kalian belajar terlebih dahulu kepada orang yang sudah berpengalaman.

Jika sudah belajar dan mengenal bisnis ini barulah kalian bisa memulainya, agar nantinya bisnis yang dibngun bisa berjalan dengan baik. Bisnis ayam potong sejatinya sudah sangat banyak di daerah-daerah pedesaan yang memiliki tanah kosong sebagai lokasi kandangnya.

Berikut cara yang bisa kalian lakukan untuk memulai bisnis ayam potong dan hitungan modal bisnis ayam potong untuk pemula.

Cermati peluang usaha ini di daerah kalian masing-masing, ada baiknya untuk tidak tergesa-gesa dalam memulainya, tapi jika kalian sudah mantap dan peluang usaha ini menjanjikan di tempat kalian tinggal, bisa langsung untuk menjalankan nya.

Menghitung modal ayam potong skala rumahan dan keuntungannya

Modal awal

Biaya pembuatan kandang memang sangat menyita anggaran yang dibutuhkan, tapi bisa kita siasati dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada  sekitar rumah kalian. Jika kalian tinggal di daerah pedesaan, akan sangat mudah menemukan bahan-bahan untuk pembuatan kandang. Seperti bambu bekas, kayu bekas dan dll. Asal bahan tersebut masing layak pakai.

Bila kita bisa memanfaatkan bahan bekas yang ada maka akan sangat menekan biaya pengeluaran untuk membuat kandang. Tapi jika tidak menemukan bahan-bahan tersebut, usahakan untuk membeli dengan harga yang murah dan bagus.

Lokasi

Pilihlah lokasi yang strategis agar mudah diakses, lokasi yang bagus akan sangat menentukan kelancaran dalam bisnis ini. Kebanyakan para pelaku bisnis ini menempatkan kandang di samping rumah, selain mudah dipantau juga mudah dalam perawatannya. Apalagi jika posisi rumah kalian berada di pinggir jalan raya, tentu ini sangat menguntungkan.

Kandang Ayam

Berikut bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan kandang :

Biaya kandang:

Jika ukuran kandang yang ingin kalian buat 3×5 meter.

Bambu 20 buah x Rp,10.000 = Rp,200.000

Kayu untuk tiang dan rusuknya 40 buah x Rp,8000 = Rp,320.000

Seng atau asbes 10 buah x Rp,50.000 = Rp,500.000

Paku, kawat bendrat dan dll Rp,30.000

Jika lantai semen maka diperlukan semen 2 sak dan pasir 1 kol Rp,450.000

Kabel, dan lampu Rp,100.000

Tempat makan minum Rp,50.000

Total = Rp,1.700.000

Biaya pembelian  ayam dan kebutuhan /bulan

100x Rp,5000 = Rp,500.000

Pakan Voer/konsentrat 2 karung Rp,600.000

Vitamin Rp,30.000

Obat-obatan Rp,40.000

Listrik Rp,30.000

Biaya lain-lain Rp,50.000

Total = Rp,1.250.000

Total modal keseluruhan Rp,1.700.000+Rp,1.250.000 = Rp,2.950.000

Menghitung keuntungan yang diperoleh

Jika pada saat panen ayam kita mencapai bobot rata-rata 2 kg dan harga ayam per kg Rp,20.000 maka perhitungannya 2 x Rp,20.000 x 100 ekor = Rp,4.000.000

Dikurangi biaya modal awal dan biaya perbulan Rp,4.000.000-Rp,1.700.000-Rp,1.250.000 = Rp,1.050.000

Perhitungan diatas sudah merupakan pendapatan bersih, tapi tunggu dulu itu merupakan pendapatan dikurangi modal awal dan biaya perbulan sehingga, untuk selanjutnya pendapatan hanya dikurangi biaya perbulan karena biaya modal awal digunakan untuk membuat kandang yang akan terus dipakai terus menerus.

Untuk panenan selanjutnya perhitungan pendapatan dikurangi biaya perbulan Rp,4.000.0000-Rp,1.250.000 = Rp,2.750.000

Kenali jenis pasar

Tentukan jenis pasar yang menjadi sasaran kalian untuk menjual hasil panen. Patok harga yang wajar jangan terlalu mahal, apalagi jika sampai melebihi harga rata-rata. Ingat persaingan bisnis ini banyak dan kita tentunya tidak mau jika kita mendapat kesan yang negatif pada pelanggan.

Bangun relasi

Ini menjadi poin yang sangat penting, bangunlah relasi dengan siapa saja yang menggeluti bisnis ini. Bisa dengan kerja sama atau membangun jaringan dalam komunitas yang bisa menjadikan bisnis kita berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *